Mengenal lebih dekat profil dan profil singkat Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.
RSUD Kota Kendari merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Kendari yang berperan sebagai rumah sakit rujukan regional di Sulawesi Tenggara. Rumah sakit ini telah berkembang menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B dengan pelayanan spesialistik dan subspesialistik yang didukung tenaga kesehatan profesional, fasilitas medis modern, serta sistem pelayanan berbasis digital.
Berlokasi di Jalan Brigjen Z.A. Sugianto No. 39, Kelurahan Kambu, Kota Kendari, RSUD Kota Kendari berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.
Perjalanan RSUD Kota Kendari dimulai sejak tahun 1927 ketika rumah sakit pertama dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda di Kelurahan Kandai, Kota Kendari. Dalam perkembangannya, rumah sakit ini pernah berfungsi sebagai Rumah Sakit Tentara, Rumah Sakit Umum Kabupaten Kendari, hingga menjadi Puskesmas Gunung Jati.
Pada tahun 2001, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Kendari Nomor 17 Tahun 2001, rumah sakit ini resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Kota Kendari dan mulai beroperasi pada tahun 2003. Tahun 2011, rumah sakit menempati gedung baru di Kecamatan Kambu.
Perjalanan peningkatan mutu terus dilakukan melalui akreditasi rumah sakit, pengembangan layanan spesialistik, implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Rekam Medis Elektronik (RME), hingga peningkatan status menjadi Rumah Sakit Kelas B pada tahun 2023–2024.
| Nama Rumah Sakit | RSUD Kota Kendari |
| Kepemilikan | Pemerintah Kota Kendari |
| Kelas Rumah Sakit | Kelas B |
| Status Akreditasi | Paripurna Bintang Lima (KARS) |
| Lokasi | Jl. Brigjen Z.A. Sugianto No. 39, Kambu, Kota Kendari |
| Total SDM | 822 orang |
| Dokter Spesialis & Subspesialis | Lebih dari 40 dokter spesialis dan subspesialis |
| Sistem Informasi | SIMRS & Rekam Medis Elektronik (RME) |
Sebagai Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B, RSUD Kota Kendari berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan layanan spesialistik dan subspesialistik, transformasi digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan layanan unggulan yang berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.